Perbedaan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor



PERBEDAAN PENERBIT INDIE DAN PENERBIT MAYOR – Dalam dunia kepenulisan tentu saja tak bisa terlepas dari yang namanya penerbitan. Ketika karya tulis telah mampu tercipta maka selayaknya karya tulis tersebut dibukukan dengan melalui proses percetakan. 

Kebanyakan dari naskah yang telah dibuat memiliki sisi kelayakan yang berbeda dari masing-masing setiap aturan dalam sebuah penerbitan. Dalam dunia penerbitan terdapat dua pernerbit yang dapat dijadikan pilihan untuk menerbitkan buku yaitu penerbit indie dan penerbit mayor. 

 PERBEDAAN PENERBIT INDIE DAN PENERBIT MAYOR

Masing-masing dari keduanya memiliki beragam aturan dan variasi harga yang berbeda. Penerbit mayor merupakan penerbitan buku yang sudah termasuk dalam skala besar. Akan tetapi penerbit indie ialah penerbitan buku yang masih dalam skala kecil. Akan tetapi, penerbit indie merupakan pilihan terbaik yang harus kamu pilih untuk menghindari penolakan naskah. 

Penerbit indie terbaik merupakan jasa penenrbitan buku yang tidak akan pernah menolak naskah yang diberikan oleh penulis. Mengapa demikian? Untuk selengkapnya kita akan simak perbedaan antara penerbit indie dan mayor berikut ini.

1.     Proses pemilihan naskah

Pemilihan sebuah naskah yang akan diterbitkan, pada penerbit mayor akan diseleksi dengan sangat ketat dan dalam waktu yang cukup panjang. Meski telah menunggu begitu lama belum tentu naskah buku yang kamu berikan akan diterima oleh pihak penerbit mayor.

Karena penerbit mayor merupakan penerbit dalam skala yang besar tentu saja mereka memiliki criteria tersendiri untuk naskah buku yang layak untuk diterbitkan. Sehingga penolakan naskah memang kerap terjadi pada penerbit mayor.
Berbeda dengan penerbit indie, ketika kamu memutuskan untuk memilih penerbit indie sebagai jasa penerbitan naskah kamu. Maka, kamu akan terbebas dari penolakan naskah tersebut.

Dimana penerbit indie tidak akan menolak naskah untuk diterbitkan, meski naskah tersebut belum termasuk dalam kategori layak terbit. Akan tetapi, dalam penerbit indie akan menawarkan jasa editing naskah. Sehingg tentu saja penerbit indie merupakan solusi terbaik dalam perihal penerbitan buku.

2.     Proses percetakan buku

Proses percetakan buku dalam penerbitan secara mayor haruslah sesuai dengan aturan percetakan mereka. Dimana dalam percetakan pertama penerbitan buku secara mayor memiliki target minimal jumlah cetakan sebuah buku tersebut.

Misalnya jumlah buku pertama 2500 eksemplar maka minimal kamu dapat mencetak dalam jumlah 1000 eksemplar. Tentu saja hal tersebut akan menimbulkan kerugian bagi penulis apabila buku tersebut tidak mampu terjual dengan baik.

Dalam penerbitan buku secara independen atau indie hal tersebut tidak berlaku, karena dalam penerbit  indie buku dapat dicetak secara berkala sesuai dengan pesanan penulis pada saat percetakan buku.

3.     Waktu yang diperlukan penerbitan

Lama waktu yang diterbitkan dalam penerbitan diantara keduanya sangat jelas perbedaannya. Dimana penerbitan buku secara mayor akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga buku tersebut tidak dapat dipasarkan dengan cepat.
Akan tetapi, penerbit indie akan dengan cepat menerbitkan buku tersebut sehingga kamu dapat memasarkan buku tersebut dengan cepat.

4.     Proses penjualan buku

Jika melirik proses penjualan buku memang akan snagat menguntungkan memilih penerbit mayor karena penerbit mayor akan membantu proses pemasaran buku tersebut pada setiap toko-toko besar.

Berbeda dengan penerbit indie, penulis harus memasarkan buku sendiri. Namun, meski demikian ada beberapa penerbit indie yang turut mempromosikan buku tersebut melalui beragam media.
4 perbedaan tersebut tentu saja akan terlihat dengan jelas terkait penerbitan mana yang sangat efektif untuk kamu gunakan. Selain dari keduanya memiliki dua sisi yang berbeda akan tetapi penerbit indie tetap menjadi solusi pilihan terbaik terutama bagi para pemula. Oleh sebab itu, menerbitkan buku bukanlah perihal yang sulit untuk dilakukan. 

Dimana dari berbagai daerah telah memiliki penerbitan buku secara indie. Akan tetapi, meski telah banyak kamu juga harus benar-benar memahami dan emngetahui setiap system yang telah diterapkan oleh penerbit indie tersebut, karena tidak semua penerbit akan sesuai dengan keinginan kita. Cerdaslah memilih penerbit yang dapat mendongkrak kualitas serta laris atau tidaknya buku tersebut.


Sebenarnya diantara penerbit indie maupun mayor tentu saja memiliki dua sisi daya tarik yang berbeda. Semau kembali lagi kepada penulis. Akan tetapi, jika meninjau dari perbedaannya tersebut akan lebih efektif apabila kamu yang notabenya sebagai pemula menggunakan jasa penerbitan secara independen.
Salam berkarya !!
Baca Artikel Selengkapnya di : https://www.yuknulis.id/



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terbitkan Buku Dengan Self Publishing

Perbedaan Menulis Cerpen dan Menulis Novel

Cara Mengecek Keaslian nomor ISBN Buku